Membangun Jembatan Pengetahuan: Menyelami Dampak Konstruktivisme dalam Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar

Authors

  • Hullatul Luthfiyah Universitas Negeri Malang
  • Radeni Sukma Indra Dewi Universitas Negeri Malang
  • Ratna Ekawati Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.36706/jisd.v11i2.66

Keywords:

Konstruktivisme, Pembelajaran, Sekolah Dasar, Dampak

Abstract

Pengembangan sumber daya manusia masa depan mengharuskan individu untuk memiliki kemauan mengambil risiko, kemandirian, dan merasa terdorong untuk membuat keputusan yang mencerminkan nilai-nilai pribadi mereka. Individu tersebut diharapkan mampu mengembangkan berbagai potensi pribadinya melalui proses belajar yang berkelanjutan untuk menemukan jati dirinya. Untuk mencapai tujuan tersebut, dipilihlah teori belajar konstruktivis yang dapat memprediksi dengan lebih baik peralihan dari pendidikan yang berfokus pada aspek kognitif ke pengembangan potensi manusia seutuhnya. Teori ini juga menekankan pada aktivitas peserta didik dibandingkan pendidik. Dari perspektif konstruktivis, belajar adalah suatu proses di mana individu  secara aktif menciptakan pengetahuan. Pembelajaran ini menuntut siswa untuk berpartisipasi aktif, berpikir, mengembangkan konsep, dan memahami apa yang dipelajarinya.

References

Asrori, A. (2020). Psikologi Pendidikan Pendekatan Multidisipliner. CV. Pena Persada.

Brodin, J., & Renblad, K. (2020). Improvement of Preschool Children’s Speech and Language Skills. Early Child Development and Care, 190(14), 2205–2213.

Capraro, R. M, & Slough, S. W. (2013). Project-based learning: An integrated science, technology, engineering, and mathematics (STEM) approach. Springer.

Dahar, R. W. (2011). Teori-teori Belajar dan Pembelajaran. Erlangga.

Duffy, T. M., & Jonassen, D. H. (2013). Constructivism and the Technology of Instruction: A Conversation.

Ella Yulaelawati. (2004). Kurikulum dan Pembelajaran. Pakar Raya.

Haryanto. (2014). Teori Konstruktivisme. http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/131656343/TEORI KONSTRUK%0ATIVISTIK

Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (2017). Cooperative learning: The foundation for active learning. Active Learning Journal, 12, 41–51.

Kurniawan, W. Y. (2021). Implementasi Teori Belajar Konstruktivistik Jerome Bruner dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 9 Yogyakarta. Islamika, 3(1), 21–37. https://doi.org/10.36088/islamika.v3i1.917.

Lamijan. (2015). Konstruktivisme dalam Pembelajaran. Jurnal Pendidikan.

Masgumelar, N. K., & Mustafa, P. S. (2021). Teori Belajar Konstruktivisme: Implementasi dan Implikasinya dalam Pendidikan dan Pembelajaran. Ghaitsa: Islamic Education, 2(1), 49–57.

Ningsih, R. (2018). Penerapan Pendekatan Konstruktivisme dalam Pembelajaran untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa. Jurnal Pendidikan Dasar, 5(2), 112–119.

Rusman. (2015). Model-model pembelajaran: Mengembangkan profesionalisme guru. Rajawali Press.

Ruzz Media Dahar, R. W. (2002). Teori-Teori Belajar & Pembelajaran. Erlangga.

Savery, J. R. (2015). Overview of problem-based learning: Definitions and distinctions. Essential Readings in Problem-Based Learning, 5–15.

Schmidt, M. E, & Vandewater, E. A. (2015). Media and learning in children. Developmental Psychology Journal, 25(3), 441–448.

Smith, J., & Rayner, S. (2021). Learning theories for early years practice. SAGE Publications.

Tumardi, & S. (2013). Teori Belajar Pembelajaran. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.

Yulianti, S. (2020). Penerapan Teori Konstruktivisme dalam Pembelajaran Sekolah Dasar di Indonesia. Jurnal Pendidikan Dasar, 13(2), 101–113.

Zion, M, & Mendelovici, R. (2012). Moving from structured to open inquiry: Challenges and limits. Science Education International, 23(4), 383–399.

Zulfiqar, A. (2019). Konstruktivisme dalam Pembelajaran: Studi pada Sekolah Dasar. Educational Review Journal, 5(4), 231–240.

Downloads

Published

2024-11-30